Selasa, 15 Agustus 2017

Kasih Sayang yang Hilang

Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "ALLAH SWT mempunyai seratus rahmat (kasih sayang), dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, binatang, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas-kasih dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (ALLAH SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti." (H.R. Muslim).

Dari hadis ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Karenanya, sudah sepantasnya jikalau kita merindukan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan ALLOH SWT, tanyakanlah kembali pada diri ini, sampai sejauhmana kita menghidupkan kalbu untuk saling berkasih sayang bersama makhluk lain?!

Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali. (K.H. Abdullah Gymnastiar)

Kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habisnya, ikatan batin antara seorang anak dan ibu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Kehadiran dan arti  penting seorang Ibu bagi seseorang mempunyai makna sangat mendalam sekali. Ibu adalah pelita, ibu adalah tempat curhat, ibu adalah seorang guru, ibu adalah tempat mendapatkan kasih sayang sejati dan ibu adalah segala-galanya. Tapi tidak semua orang beruntung dan mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya. Berikut ini adalah ceritaku yang memperjuangkan untuk mendapakan kasih  sayang ibu.

Kadang aku berpikir dalam benakku, apakah aku ini tidak pantas dilahirkan di dunia ini? Apakah sebenarnya memang diriku tak kau harapkan hadir di tengah-tengah kehidupanmu bu?  Aku pun juga ingin merasakan kasih sayang seperti anak-anak lain. Aku ingin kau selalu hadir menemani aku di setiap hari-hariku. Aku ingin merasakan pelukanmu, ciumanmu, dan perhatianmu.

Semua orang tidak ingin dilahirkan dalam keadaan yang serba kurang, kita semua pasti ingin dilahirkan sempurna dengan wajah yang tampan maupun cantik tanpa cacat sedikitpun.  Tapi semua pemberian Tuhan ini harus selalu kita syukuri.

Aku juga tak ingin dilahirkan dengan fisik yang kurang sempurna, tetapi bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Aku ditakdirkan lahir di dunia ini dengan fisik yang kurang menarik, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk umatNya termasuk aku.  Aku selalu berpikir positif semua yang diberikan Tuhan kepadaku akan memberikanku kemudahan dalam hidup.

Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakak perempuan dan adik laki-laki yang terlahir dari ayah yang berbeda, ibuku menikah dengan lelaki yang berbeda sebanyak tiga kali. Ayahku pertama pergi ke Jakarta dan menikah lagi dengan wanita lain, sejak lahir hingga sekarang aku tak pernah mengetahui keberadaan ayah kandungku ataupun melihat wajahnya. Mungkin karena ayahku pergi meninggalkan aku dan kakakku, ibu terpaksa menikah lagi dan melahirkan adik laki-laki.

Di antara saudaraku wajahkulah yang kurang cantik, kakak perempuanku sangat cantik adikku yang ketiga juga tampan tak seburuk wajahku. Siapa yang harus ku salahkan? Apakah ini akibat dari ayah yang berbeda dan inilah yang menyebabkan aku dibenci oleh ibuku.

Masa kecilku begitu menyakitkan untuk diingat, aku dikucilkan oleh keluargaku, hanya ayah tiriku yang masih memberikan perhatian dan kasih sayangnya.  Di saat aku butuh, ayah tiriku yang memberikan semuanya, sedangkan ibuku tak pernah memperhatikanku.  Akhirnya tetanggaku iba melihat kondisiku ini kemudian oleh tetanggaku aku pun diantarkan menuju yayasan yang letaknya tak begitu jauh dari desa.  Tak lama aku berada di sana aku sudah dipindahkan ke yayasan lain karena kelakuanku yang sudah melanggar peraturan yayasan, setelah aku dipindah aku pun mengulanginya lagi.  Aku melanggar peraturan yayasan dan akhirnya aku dikembalikan ke yayasan pertama yang aku tinggali. Aku berbuat seperti itu karena aku merasa diriku sudah direndahkan, aku sudah tak tahan degan ejekan dan cacian mereka tentang kekuranganku ini.  Kesabaran manusia ada batasnya.

Karena perbuatanku itulah, untuk ketiga kalinya aku dipindahkan  ke yayasan lain yaitu yayasan Himmatun Ayat, aku bersyukur ternyata masih ada lembaga yang menerimaku.  Setelah semua surat-surat yang dibutuhkan untuk masuk yayasan sudah lengkap aku pun segera diantar ke asrama putri.

Di sinilah aku mulai membuka lembaran baru dalam hidupku. Karena umurku yang sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama, aku pun masuk sekolah yang didirikan oleh Himmatun Ayat. Di sana aku bertemu dengan teman baru, walaupun mereka memandangku dengan nada mengejek karena kekuranganku ini, aku pun tak tersinggung karena ini sudah biasa ku alami sebelum aku masuk yayasan ini.  Aku hanya ingin menuntut ilmu di sini. Karena kesungguhanku itu, kepala sekolah mendukungku dan membantuku mencari raportku waktu aku masih di sekolah dasar, beliau lah yang mengantarku ke desaku untuk mengurus raportku. Tak salahku masuk yayasan ini karena sikap beliau yang tak mempermasalahkan kekuranganku ini.  Terimakasih berkat engkau aku menjadi semangat dan bangkit untuk meraih cita-citaku.  Akan kutunjukkan kepada semua orang bahwa aku bisa.

Di asrama putri aku pun hidup dengan temanku yang mempunyai nasib sama.  Di sini aku mendapatkan keluarga baru, teman-teman yang menyayangiku, memperhatikanku, memberikanku suasana keluarga yang aku inginkan. Aku juga mempunyai orang tua baru, beliau adalah pengasuh asrama putri, beliaulah yang selama ini menggantikan peran orang tua yang kudambakan selama ini, sayang kepadaku apa adanya. Aku pun mulai merasakan bahagianya hidup dengan kasih sayang dan cinta, tenyata begitu indah. Terimakasih ya Allah, Kau berikan aku keluarga baru.

Hari demi hari ku lewati aku teringat dengan sosok ibuku, keesokan harinya aku mencoba menghubungi ibuku tetapi nomornya tidak aktif.  Bagaimana keadaanmu bu? Apakah kau tak rindu dengan ku bu? ibu sayang, Aku sangat merindukanmu!

Aku takut Bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan kembali ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu.  Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Dalam hatiku meskipun engkau tak pernah berikan kasih sayang seperti yang kau berikan pada saudaraku lainnya, aku selalu tetap menyayangimu. Aku akan selalu mendoakkanmu.
Liburan yang akan datang aku akan menjengukmu bu.  Tunggu aku bu, jangan pernah kau lupakan aku bu. . .

Walau aku tidak merasa seperti anak yang lainnya, merasakan kasih sayang seorang ibu.  Meskipun hanya sedikit waktu bersamanya tapi kebahagiaan ini tidak bisa terungkapkan dengan kata maupun dalam bahasa. 

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya. 

Aku hanya dapat berterimakasih kepada saudaraku yang telah memanusiakan manusia sepertiku ini, rasa syukur ini tak henti-hentinya saya rasakan sampai saat ini. 

(Dillah,  yatim binaan kedung rukem)



0 komentar:

Posting Komentar